Mengenal Kopi Arabika dan Bedanya dengan Robusta

Mengenal Kopi Arabika dan Bedanya dengan Robusta

Kopi Arabika begitu terkenal di dunia. Di Indonesia, kopi jenis ini akan lebih mahal daripada kopi robusta. Memang selama ini dia dikenal dengan kopi kelas atas. Secangkir arabika di kafe lebih mahal daripada robusta. Kenapa bisa? Ada yang mengatakan karena kastanya beda. Tapi tentu saja ini sebuah anekdot semata. Nah, bagi yang penasaran dengan arabika, kita ulas saja yuk.

Kopi ini lebih mudah diterima masyarakat. Bahkan disukai berbagai kalangan. Saya sendiri suka dengan arabika karena notes yang dihasilkan beragam banget. Nah, lalu apa bedany antara arabika dan robusta? Mari kita simak beberapa ulasan di bawah ini.

Jenis-jenis Kopi di Indonesia

Di Indonesia ada arabika, robusta dan exelsa. Robusta dan arabika memang sudah tidak asing, tapi kalau exelsa, dia mungkin asing. Exelsa disebut juga dengan liberika. Berasal dari Amerika Latin. Masuk ke Indonesia sekitar tahun 1965-an. Kemudian tumbuh Di Indonesia menjadi sebuh komoditi populer. Exelsa berbeda dengan kedua saudaranya, dia hanya tumbuh sedikit dan tidak bisa dikembangkan secara bebas. Makanya, dia tidak banyak dijumpai di masyarakat. Nah, ringkasannya jenis kopi di Indonesia ada:

  1. Arabika
  2. Robusta
  3. Liberika atau exelsa

Jika sudah tahu tiga jenis tersebut, mari kita simak beberapa beda antara mereka.

Perbedaan Robusta dan Arabika

Topik bahasan kita adalah robusta dan arabika. Karena liberika tidak begitu populer, meski diketahui masyarakat. Mari kita simak beda keduanya:

  1. Harga

Robusta kurang variatif soal rasa. Dominasinya hanya pahit saja. Kalau roasterinya bagus, ada rasa lain tapi coklat atau semisalnya. Jika kita saksamai dengan baik, robusta ini lebih banyak dijadikan kopi tubruk atau bahan black coffe.

Harga robusta lebih murah dibanding arabika. 250 gram robusta bisa kamu beli dengan harga 25 ribu. Sedangkan arabika per 100 gram antara 30-35 ribu. Ya, karena variasi rasa kopi arabika demikian banyak.

  1. Kafein

Arabika mengandung kafein lebih rendah. Robusta sebaliknya, dia kafeinnya lebih banyak. Makanya pengidap asam lambung sebaiknya hindari kafein tinggi. Namun meski kafeinnya lebih banyak, robusta juga jadi idola banyak orang. Mereka menggunakannya untuk sarapan. Sebab bisa jadi mood boster yang baik dan bisa diandalkan pula.

  1. Aroma dan rasa berbeda

Robusta lebih kuat soal rasa dan aroma. Makanya robusta kurang disukai wanita, sedangkan para lelaki justru lebih suka robusta.

  1. Bentuk dan Biji

Robusta bentuknya lebih kecil dan lebih bulat. Sedangkan arabika lebih besar dan lonjong. Teksturnya lebih kasar pula.

  1. Lokasi Tanam

Robusta bisa ditanam di daerah rendah. Rentan serangan hama juga, meski begitu hasil panennya tetap melimpah. Dia tumbuh di suhu 20-25 derajat selsius. Nah, arabika tumbuh di 1000mdl.

Itulah sekilas mengenai robusta dan arabika. Sekian informasi yang bisa kami sampaikan, sampai jumpa lagi pada kesempatan yang akan datang.

Others